Minggu, 01 April 2012

Materi Manajemen Konstruksi

MANAJEMEN KONSTRUKSI

 Pengertian Proyek adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan yang dibatasi oleh waltu dan sunber daya terbatas
 Pengertian Triple Constrain dalam pelaksanaan proyek adalah sebagai parameter bagi penyelenggaraan proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek yang meliputi besarnya biaya yang dialokasikan, jadwal yang harus depenuhi dan mutu yang harus dipenuhi juga dan ketiga hal tersebut bersifat tarik menarik
 Tahapan-tahapan tempat diterpakannya konsep manajemen konstruksi
• Konsep MK. Diterapkan dalam seluruh tahapan proyek
• Konsep MK. Diterapkan dari awal disain, pelelangan, pelaksanaan dan penyerahan proyek
• Konsep MK. Diterpakan dalam memberikan masukan dan atau keputusan dalam penyempurnaan disain.
• Konsep MK. Diterpkan sebagai coordinator pengelolaan dan pelaksanaan
 Rantai Kualitas dalam dunia konstruksi adalah kegiatan penyediaan dan pendaya gunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan pengelolaan proyek yang bertujuan memperoleh dan menggunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah, kulitas, harga, waktu dan tekmpat yang tepat secara efektif dan efisien.
 Tiga tahapan pelaksanaan manajemen konstruksi
• Tahap perencanaan
• Tahap pelaksanaan
• Tahap pemeliharaan dan pengoperasian
 Manajemen proyek adalah penerapan pengetahuan, keterampilan, sarana dan teknik pada kegiatan proyek agar dapat memenuhi kebutuhan stakeholder dan harapan dari sebuah proyek
 Manajemen konstruksi adalah bagaiman sub=mber daya yang terlibat dalam proyek dapat diaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam konstruksi dikelompokkan dalam 5M (manpower, material, machines, money and method)
 Manajemen konstruksi sebagai system adalah suatu proses penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan, dan penerapan) secara sistemtais pada suatu proyek dengan menggunaan sumber daya yang ada secara efekstif dan efisienagar tercapai tujuan proyek secara optimal
 Contoh tentang definisi manajemen dalam proses :
• Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan suatu proyek.
 Jenis-jenis Kontrak :
• Build contract adalah kontrak kerja yang menitik beratkan kepada implementasi dari rencana disain proyek yang sudah ada. Kontrak jenis ini dibagi dalam :
 Fixed price contract
 Prime cost contract
• Design and build contract adalah bilamana pekerjaan konstruksinya mencakup perencanaannya sekalugus variasi dari kontrak ini adalah :
 Turn Key adalah pemilik hanya “Putar Kunci” pada waktu proyek selesai dan mulai mengoperasikannya. Tugas pemilik hanya mencicil kembali biaya proyek yang telah dikeluarkan oleh kontraktor dari hasil pendapatan operasi bangunanproyek yang telah dipergunakan.
 Negotiated contract adalah dilakukan kepada proyek-proyek yang sifatnya tahasia (proyek militer atau proyek yang memerlukan kehlian khusus yang hanya dimiliki oleh satu sampai dua kontrktor saja.
• Design/management contract adalah pekerjaan mengelola proyek yang dilakukan oleh pemiliknya apabila ia memiliki staf ahli doirganisasinya. Namun jika pemilik tidak memiliki waktu atau staf ahli unutk mengelola proyek tersebut maka pengelolaan proyek dapat dikontrakkan pada suatu organisasi kontrak jenis ini dibagi dalam :
 Project management adalah pemilik menetapkan sebuah tim yang dipimpin ileh project manager untuk mengelola proyek dari tahapan konsepsional sampai selesai.
 Construction management contract adalah pelaksanaan seluruh pekerjaan dipecah-pecah sedimikan rupa. Cara kontrak semacam ini dilakukan pada pekerjaan konstruksi yang besar dan harus dapat diselesaikan secepat mungkin.
 Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kontrak konstruksi
• Dokumen tender
• Surat penunjukkan
• Syarat-syarat perjanjian
• Rincian-rincian dan harga
• Surat perjanjian
 Keuntungan dan kerugian kontrak jenis lump sum dibanding dengan kontrak harga satuan
• Keuntungan
 Pelaksanaan program dapat diprogramkan
 Memungkinkan melaksanakan control dengan efisien
 Kelengkapan gambar dan bestek menjamin bahwa pekerjaan tambah/kurang ataupun perubahan konstruksi akan minimum
• Kerugian
 Jenis kontrak ini bersifat tetap dan pasti, pemenang tender harus menyelesaikan proyek dalam jangka waktu yang sudah ditenutkan. Apabila ada kerugian dalam penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pemenang tender.
 Keuntungan dan kerugian kontrak harga tetap (fixed price)
• Keuntungan kontrak jenis ini adalah pemilik dapat mengetahui biaya yang akan di keluarkan pada awal dan akhir pekerjaan serta mendapatkan harga yang bersaing dari pada kontrkator dengan cara pelelangan.
• Kerugiannya adalah semua yang akan dikerjakan sudah jelas, jika terjadi perubahan harga maka itu semua menjadi tanggung jawab sebagai pihak yang menanggung segala resikonya.
 Macam-macam pelelangan :
• Pelelangan umum adalah jenis pelelangan yan diumumkan secara umum dan terbuaka dan dapat disiarkan melalui media. (jmlh perserta tidak terbatas asala memenuhi kualifikasi)
• Pelelangan terbatas atau dengan undangan pemborong yang diundang sangat terbatas jumlahnya dantelah memenuhi kulifikasi baik secara teknis, administrasi dan bonafiditas.
• Pelelangan dibawah tangan atau penunjukkan langsung adalah ditunjuk satu kontraktor yang dipercaya dan sudah dikenal kemempuannya atau bonafiditasnya dalam melaksanakan pekerjaan.
 Prosedur pelelangan jasa konstruksi pasca kualifikasi :
• Free tender meeting
• Menyusun daftar calon rekanan
• Bill of quality (jenis pekerjaan+volume)
• Aangizjing (penjelasan)
• Menyaipakan dokumen lelang
• Menyusun RAB pasti untuk penawaran
• Mengevaluasi setiap paket penawaran untuk direkomendasikan kepada pimpro
• Menyiapkan dokumen kontrak antara pimpro dengan kontraktor.
 Hal-hal yang harus dilakukan untuk mengikuti pelelangan/tender suatu proyek
• Mendapatkan dokumen tender
• Mempelajari dokumen tender
• Mengananlisa setiap pekerjaan
• Mengikuti rapat penjelasan proyek
• Penawaran harga
 Kemampuan yang harus dimiliki seorang manager :
• Dapat memenejemen ruang lingkup, waktu, biaya, kualitas dan SDM
• Dapat memenejemen pengadaan, komunikas, resiko dan manajemen integrasi.
 Tanggung jawab seorang supervisor adalah memahami gambar kerha design dan spesifikasi teknik, melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja mingguan dan gambar kerja design sesifikasi teknik, menyiapkan tenaga kerja dan mengatur jadwal pelaksanaan tugas tenaga kerja sehari-hari.
 Fungsi seorang supervisor :
• Sebagai pemimpin dan manajer
• Barisan depan dari majemen yang berhadapan langsung dengan pelaksana
• Supervisor melaksanakan semua system manajerial seperti manajer dilevel atasnya
• Mewakili nama perusahaan dalam berbagai interaksi social sehingga wajib menjaga citra diri dan pelaksana
• Supervisor itu berfungsi sebagai jembatan penghubung antara manajer dengan staf yang harus mampu berperan optimal.

Minggu, 08 Januari 2012

Perencanaan Pelimpah (Spillway)
Berdasarkan hasil perhitungan penelusuran banjir melaui waduk didapatkan besar debit banjir maksimum yang melewati spillway adalah sebesar 15,171 m³/dt. Untuk meningkatkan tingkat keamanan bendungan dalam perencanaan digunakan debit sebesar 15,20 m3/dt.


He


V
P



Gambar 3.3 Potongan Melintang pelimpah (Spillway)


Untuk menentukan debit pada bangunan pelimpah, berdasarkan KP. 02 dinyatakan bahwa debit pengaliran sebesar 120%, sehingga :
Q_rencana=1,2×Q_200
Q_rencana=1,2×15,20
Q_rencana=18,24 m³/dt

Menghitung tinggi bangunan pelimpah (Spillway) dari dasar sungai :
H = Elevasi puncak mercu spillway – Elevasi dasar sungai
= 119 – 102,5
= 16,5 m

Menghitung tinggi spillway :
P ≥ 1/5 H
P ≥ 1/5 . 16,5
P ≥ 3,3 m

Mencari ketinggian He dengan cara memasukkan nilai He ke persamaan :
Q=C×Be×H^(3/2)
Dimana He diambil interval 0,5 m

Elevasi He B He3/2 C Q
(m) (m) (m) (m) (m3/dt)
119 0 13,2 0,000 1,9 0,000
119,5 0,5 13,2 0,354 1,9 8,867
120 1 13,2 1,000 1,9 25,080
120,5 1,5 13,2 1,837 1,9 46,075
121 2 13,2 2,828 1,9 70,937
121,5 2,5 13,2 3,953 1,9 99,137
122 3 13,2 5,196 1,9 130,320
122,5 3,5 13,2 6,548 1,9 164,221
123 4 13,2 8,000 1,9 200,640



Dengan Q = 18,24 m³/dt, maka :
He=0,5+((1-0,5))/((25,08-8,867))×(18,24-8,867)
He=0,789 m

Sehingga lebar efektif pelimpah (spillway) yaitu :
Be=B-2(n×Kp+Ka)He
Be=13,2-2×(0×0,01+0,1)×0,789
Be=13,042 m

Desain Profil Spillway
Bentuk mercu ini direncanakan menggunakan tipe Ogee dengan bagian muka tegak sedangkan bagian lengkung dari mercu bendung diberikan persamaan sebagai berikut :
X^n=k×〖Hd〗^(n-1)×Y (KP. 02 hal. 46)

dimana :
X = Jarak horizontal (m)
Y = Jarak vertikal (m)
Hd = Tinggi tekan rencana (m)
k = Tergantung pada kemiringan hilir ( lihat KP 02 hal. 47 )
n = Parameter (tergantung pada kemiringan permukaan hilir)

Tabel 3.6 Nilai Koefisien k dan n

Kemiringan k n
Permukaan Hilir
3 : 1 1,936 1,836
3 : 2 1,936 1,81
1 : 1 1,873 1,776
Vertikal 2 1,85

Menghitung kecepatan aliran di hulu pelimpah (Vo)
Vo=Q/(Be(P+Hd))
Hd=He-〖Vo〗^2/2g
Vo=Q/(Be×(P+He-(〖Vo〗^2/2g) ) )
Vo=18,24/(13,042×(3,3+0,789-(〖Vo〗^2/(2×9,81)) ) )
Vo=18,24/(13,042×(3,3+(0,789-0,051〖Vo〗^2 ) ) )
Vo=18,24/(43,039+10,290-0,665〖Vo〗^2 )
Vo=18,24/(53,329-0,665〖Vo〗^2 )
-0,665〖Vo〗^3+53,329Vo=18,24
Maka dengan cara coba-coba diperoleh nilai Vo = 0,343 m/dt, sehingga diperoleh nilai Hd yaitu :
Hd=He-〖Vo〗^2/2g
Hd=0,789-〖0,343〗^2/(2×9,81)
Hd=0,783 m

Tipe mercu yang digunakan adalah mercu tipe Ogee dengan kemiringan maksimum muka bendung bagian hilir adalah 1 : 1 batas bendung dengan muka hilir vertikal.















Gambar 3.4 Mercu Tipe Ogee
R1 = 0,2 Hd = 0,2 . 0,783 = 0,157 m
R2 = 0,5 Hd = 0,5 . 0,783 = 0,392 m
0,282 Hd = 0,282 . 0,783 = 0,221 m
0,175 Hd = 0,175 . 0,783 = 0,137 m

Mencari titik garis lengkung pada garis lurus dengan kemiringan 1 : 1
X^1,85=2〖 Hd〗^0,85 Y
Y=X^1,85/(2 〖Hd〗^0,85 )
Y=X^1,85/(2×〖0,783〗^0,85 )
Y=〖0,616 X〗^1,85

Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Kemiringan Mercu

Titik X Y
(m) (m)
0 0,0 0,000
1 0,5 0,171
2 1,0 0,616
3 1,5 1,304
4 2,0 2,221
5 2,5 3,356
6 3,0 4,702















Gambar 3.5 Skema Aliran Pada Setiap Penampang dan Kehilangan Energi

Perencanaan Saluran Pelimpah
Persamaan energi :
E_0=E_1
P+He=y_1+〖V_1〗^2/2g

Besarnya kecepatan aliran V1 :
V_1=Q/(Be×y_1 )
V_1=18,24/(13,042×y_1 )
V_1=1,399/y_1

Sehingga persamaan energinya adalah :
3,3+0,789=y_1+(1,399/y_1 )^2/(2×9,81)
4,089=y_1+0,100/〖y_1〗^2
4,089〖y_1〗^2=〖y_1〗^3+0,100
〖y_1〗^3-4,089〖y_1〗^2+0,100=0
Maka dengan cara coba-coba didapatkan nilai y_1=0,160 m
Sehingga kecepatan aliran pada V1 :
V_1=18,24/(13,042×y_1 )
V_1=15,72/(13,042×0,160)
V_1=8,741 m/dt

Tinggi jagaan pada saluran pelimpah
F_b=0,6+0,037×V_1×Y_1
F_b=0,6+0,037×8,741×0,160
F_b=0,652≈1 m


Perencanaan Saluran Transisi
Saluran transisi dibuat dengan dinding tegak yang makin menyempit ke hilir dengan inklinasi sebesar 12030’ terhadap sumbu saluran peluncur (Sosrodarsono dan Takeda, 1981).







Gambar 3.6 Sketsa Saluran Transisi

Saluran mengalami penyempitan sebesar 25%, maka :
B_2=B_1-(25%×B_1)
B_2=13,042-(0,25×13,042)
B_2=9,782 m

X=(B_1-B_2)/2
X=(13,042-9,782)/2
X=1,63 m

Menghitung panjang saluran transisi :
Tan θ=X/L_1
Tan 12,5°= 1,63/L_1
L_1=1,63/(Tan 12,5°)
L_1=7,352 m

Kemiringan saluran transisi diasumsikan 0,2 x panjang saluran transisi (L1)
d_1=0,2×L_1
d_1=0,2×7,352
d_1=1,470 m
Besarnya kecepatan aliran V2 :
V_2=Q/(Be×y_2 )
V_2=18,24/(13,042×y_2 )
V_2=1,399/y_2

Sehingga persamaan energinya adalah :
E_0=E_2
P+He+Z_0=y_2+〖V_2〗^2/2g
3,3+0,789+1,470=y_2+(1,399/y_2 )^2/(2×9,81)
5,559=y_2+0,100/〖y_2〗^2
5,559〖y_2〗^2=〖y_2〗^3+0,100
〖y_2〗^3-5,559〖y_2〗^2+0,100=0
Maka dengan cara coba-coba didapatkan nilai y_2=0,136 m
Sehingga kecepatan aliran pada V2 :
V_2=Q/(Be×y_2 )
V_2=18,24/(13,042×0,136)
V_2=10,284 m/dt

Tinggi jagaan pada saluran transisi
F_b=0,6+0,037×V_2×Y_2
F_b=0,6+0,037×10,284×0,136
F_b=0,652≈1 m

Perencanaan Saluran Peluncur
Kemiringan saluran peluncur direncanakan dengan kemiringan 1 : 0,3
d_2=H-P-d_1
d_2=16,5-3,3-1,470
d_2=11,73 m

Sehingga panjang saluran peluncur :
L_2/d_2 =1/0,3
L_2/11,73=1/0,3
L_2=(11,73×1)/0,3
L_2=39,10 m

Untuk lebar pada saluran peluncur yaitu sama dengan lebar pada saluran transisi yang telah mengalami penyempitan sebesar 25%.
B_2=B_3=9,782 m

Besarnya kecepatan aliran V3 :
V_3=Q/(Be×y_3 )
V_3=18,24/(13,042×y_3 )
V_3=1,399/y_3

Sehingga persamaan energinya adalah :
E_0=E_3
P+He+Z_1=y_3+〖V_3〗^2/2g
3,3+0,789+11,73=y_3+(1,399/y_3 )^2/(2×9,81)
15,819=y_3+0,100/〖y_3〗^2
15,819〖y_3〗^2=〖y_3〗^3+0,100
〖y_3〗^3-15,819〖y_3〗^2+0,100=0
Maka dengan cara coba-coba didapatkan nilai y_3=0,080 m
Sehingga kecepatan aliran pada V3 :
V_3=Q/(Be×y_3 )
V_3=18,24/(13,042×0,080)
V_3=17,482 m/dt

Tinggi jagaan pada saluran peluncur
F_b=0,6+0,037×V_3×Y_3
F_b=0,6+0,037×17,482×0,080
F_b=0,652≈1 m

Perencanaan Peredam Energi (Kolam Olak)
Menentukan bilangan Froude
Berdasarkan KP. 02 hal. 56 bilangan Froude dapat dihitung dengan persamaan :
Fr=V_3/√(g×y_3 )
Fr=17,482/√(9,81×0,080)
Fr=19,734
Karena Fr > 4,5 maka tipe kolam olak yang digunakan adalah USBR Tipe III yang dilengkapi dengan blok muka dan blok halang (KP. 02 hal. 59).

Menghitung tinggi loncatan air
Berdasarkan KP. 02 hal. 56 tinggi loncatan air dapat dihitung dengan persamaan :
y_4/y_3 =1/2×(√(1+〖8Fr〗^2 )-1)
y_4/0,080=1/2×(√(1+(〖8×19,734〗^2 ) )-1)
y_4/0,080=27,413
y_4=27,413×0,080=2,193 m
Maka besarnya tinggi loncatan air adalah 2,193 m


Menghitung kecepatan air pada kolam olak (Setelah terjadi loncat air)
V_4=Q/(Be×y_4 )
V_4=18,24/(13,042×2,193)
V_4=0,638 m/dt

Sehingga persamaan energi pada V4 adalah :
E_0=E_4
H+He=y_4+〖V_4〗^2/2g+∆Hf
16,5+0,789=2,193+ ((〖0,638〗^2))/(2×9,81)+∆Hf
17,289=2,214+∆Hf
∆Hf=17,289-2,214=15,075 m

Menghitung dimensi kolam olak USBR tipe III
Tinggi blok muka/pemecah aliran d1 = y1 = 0,160 m
Jarak antara blok muka d1 = 0,160 m
Tinggi ambang ujung (n)
n=(d_1 (18+Fr))/18
n=(0,160×(18+19,734))/18
n=0,335 m

Tinggi blok halang (n3)
n_3=(d_1 (4+Fr))/6
n_3=(0,160×(4+19,734))/6
n_3=0,633 m



Jarak antara blok muka dan blok halang
L_1=0,82×d_4
L_1=0,82×2,193=1,798 m

Panjang total kolam olak
L_2=2,7×d_4
L_2=2,7×2,193=5,921 m

Lebar blok halang
=0,75×n_3
=0,75×0,633
=0,475 m

Jumlah blok muka (S1)
S_1=Be/(2×d_1 )
S_1=13,042/(2×0,160)
S_1=40,756≈41 buah

Lebar sisi blok halang
=0,2×n_3
=0,2×0,633
=0,127 m

Jumlah blok halang (S2)
S_2=(24-(2×0,375×n_3))/(2×0,75×n_3 )
S_2=(24-(2×0,375×0,633))/(2×0,75×0,633)
S_2=24,776≈25 buah



Menghitung tinggi jagaan samping kolam olak
h≥(n+y_4 )+0,6He
h≥(0,335+2,193)+0,6×0,789
h≥3,001≈3 m
Maka digunakan tinggi jagaan pada kolam olak sekitar 3 m.

Minggu, 23 Oktober 2011

Menentukan Umur Efektif Bendungan

Secara umum tujuan akhir dari semua bendungan adalah agar terisi penuh oleh sedimen.
Jika aliran masuk sedimen lebih besar bila dibandungkan dengan kapasitas tampungan bendungan maka umur efektif akan semakin pendek. Dalam perencanaan harus dipertimbangkan laju pengendapan yang terjadi. untuk mengetahui laju pengendapan ini dilakukan survay2x yang dilakukan selama bertahun-tahun

Menghitung Umur Efektif Bendung

Tabel menghitung umur efektif bendung
Kapasitas waduk
Angka perubahan aliran masuk
Efisiensi tangkapan
Tangkapan sedimen
Perunbahan volume
Waktu
Prosentase sedimen tangkapan
Persentase rata 2 untuk pertambahan
35217360-20%






 -40%






-60%






-80%






Persentase tergantung soal !!!


Cara pengerjaan :
  • Rasio : Kapasitas tampungan / Aliran masuk tahunan rata-rata
 Kolom 1 (Kapasitas waduk)
= kapasitas tampungan - persentase kapasitas tampungan yang terisis oleh sedimen
Kolom 2
= Kapasitas tampungan / aliran masuk rata-rata tahunan
Kolom 3
= Kurva Brown (berdasarkan nilai kurva 2)
Kolom 4
= Rerata nilai kurva brown dari atas ke bawah

Kolom 5
= Sedimen yang masuk ke bendungan tahunan rata-rata dikali Kolom 4
Kolom 6
= Slisih nilai Kolom 1
Kolom 7
= Kolom 6 / kolom 5

Jumat, 14 Oktober 2011

Kamis, 13 Oktober 2011

Teknik Bendungan (Pak Yusron)

KARAKTERISTIK BENDUNGAN URUGAN
  • Keistimewaan bandungan urugan dibanding dengan bendungan yang lain adalah pembangunannya yang dapat dilaksanakan pada hampir semua kondisi geologi dan geografi.
  • Kelemaha yang cukup berarti dari bendungan ini yaitu ketidak mampuannya dalam menahan lipasan diatas mercunya. Konstruksi pembentuk tubuhnya sangat peka terhadap limpasan yang dapat menimbulkan kelongsoran lereng terutama dibagian hilir dan mengkibatkan ketidak stabilan pada tubuh bendung hingga jebol.
Prisnsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam kriterian desain dan dasar-dasar perencanaan :
  1. mencegah terjadinya limpasan dengan menyediakan bangunan perlimpah (spillway) dan bangunan pengeluaran (outlet) dengan kapasitas yang cukup, bila perlu dilengkapi dengan pelimpah darurat.
  2. Harus memnuhi syarat2 stabilitas konstruksi terutama karen tubuh bendung terdiri dari timbunan tanah/batu yang berkomposisi lepas.
  3. Mencegah terjadinya bahaya sufosi atau erosi dalam (piping), yang terjadi didalam tubuh bendungan (merembes) dan harus dialirkan lewat saluran pengering
Karakteristik bendungan urugan secara umum
  1. Memiliki alas pondasi yang luas sehingga beban yang harus didukung oleh pondasi persatuan luas kecil.
  2. Tidak diperlukan bahan-bahan pabrik dalam jumlah besar denga biaya tinggi dan asal suplay yang jauh
  3. Pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan secara mekanis dengan intensitas yang tinggi.
Tahapan Perencanaan
  • Study kelayakan (melakukan seleksi lokasi dan tipe bendungan)
  • Pelaksanaan survey dan pekerjaan perancangan yang medalam 
Dampak dari ketidak telitian survey dan perancangan awal :
  1. Terlambatnya pelaksanaan pembangunan konstrrksi bendungan
  2. Munculnya tambahan biaya yang melampaui batas ekonomis (BCR<1)
  3. Pembatalan pelaksanaan pembangunan bendungan
Dampak ketelitian dalam tahap survey dan perancangan adlah pada dalam menentuakan :
  1. Lokasi bendungan yang paing baik
  2. Tipe bendungan yang paling cocok
  3. Metode pelaksanaan yang paling tepat
Untuk merealisasikan gagasan pembangunan suatu bendungan perlu diperhatikan beberapa aspek penting meliputi :
  • Topografi
  • Geologi
  • Pondasi
  • Hidrologi
  • Material pembentuk tubuh bendungan
  • Bangunan pelimpah
  • Bangunan sadap
  • dll
( Mudahan keluar materi ini pas MID semester Amiiin... )